Jumat, 29 Juli 2011

Apakah Anda "Pemain" atau "Korban"?

KOMPAS.com - Sebagai seorang pemula atau junior dalam sebuah tim, seorang teman kerap berolok-olok, bahkan menyebut dirinya “kacung kampret”.  Ia yang menyiapkan presentasi, namun atasan yang “mendapat nama”. Ia begadang sampai tengah malam, sementara atasan pulang cepat dan tinggal memetik hasilnya. Singkatnya ia merasa semua “dirty-work”, “leg-work” harus dikerjakannya, sementara wewenang dan pengambilan keputusan tidak ia miliki. “Privilege” jabatan pun sering belum ia rasakan.
Dalam situasi yang berbeda, teman saya yang lain pun merasakan hal yang sama. Ia tidak lagi junior dalam organisasi, bahkan direspek benar kompetensinya. Namun, setiap kali harus bergerak, melakukan pekerjaan besar atau kecil, bahkan ketika orang-orang lain mengandalkan dirinya, ia merasa diperbudak oleh situasi. Ia menggerutu dan tidak happy, karena seolah “dia lagi, dia lagi” yang harus maju mengerjakan sesuatu.

Kita lihat bahwa sikap merasa diri sebagai bulan-bulanan situasi bisa dialami dan dimiliki tidak hanya oleh orang dengan posisi rendah, tapi juga mereka yang kompeten dalam posisi tinggi. Si kompeten yang merasa sebagai korban situasi, justru diam-diam merasa diri lebih daripada orang lain. Ia tidak bisa melihat orang lain sebagai support melainkan sebagai beban. “Mengapa harus saya yang pergi presentasi?” “Mengapa harus saya yang menghadap atasan, mewakili teman teman?” Ia tidak melihat bahwa posisi terdepan adalah kekuatan yang akan mendorong dia ke arah kesuksesan.
Sementara orang-orang yang merasa "kecil" dibandingkan orang di sekitarnya seperti para senior maupun atasan, juga memandang dirinya selalu berada  pada posisi korban yang perlu dikasihani. Teringat seorang ahli manajemen John W. Gardner: “Self-pity is easily the most destructive of the nonpharmaceutical narcotics; it is addictive, gives momentary pleasure and separates the victim from reality.”

Bila individu kerap menyalahkan lingkungan kerja, keluarga, peraturan, atau kebobrokan mental masyarakat, otomatis ia tumbuh menjadi orang yang mudah menggerutu, sekaligus melepaskan tanggung jawab dalam mengembangkan diri dan mengoreksi diri. Bahayanya, mindset sebagai korban ini mudah menular dan bisa menjadi penyakit dalam tim, organisasi, dan masyarakat. Pertanyaannya, kalau mentalitas “korban” ini menyebar, tim dan masyarakat akan terdiri atas orang-orang yang merasa dirinya "innocent" dan tidak berdaya. Lalu, siapakah yang akan diandalkan untuk mengubah situasi?

Responsibility = response-ability
Sekolot-kolotnya ayah saya, ia selalu mengingatkan bahwa manusia, hampir di semua situasi mempunyai pilihan, bahkan dalam situasi genting sekali pun. Akal budi membuat kita mampu berlatih untuk merespons apa yang kita hadapi sehingga tidak merasa bahwa semua situasi adalah nasib yang jatuh dari langit.
Bila kita berlatih, stimulus yang datang kepada kita diolah sebagai informasi yang perlu direspons dengan kemauan kita sendiri. Dengan demikian kita tidak lagi merasa sekadar obyek atau victim, namun menjadi subyek atau sutradara untuk mengendalikan situasi. Hal inilah yang juga diajarkan pada pemain-pemain bola atau dalam latihan bela diri. Kita tidak asal bereaksi, tetapi kita memilih gerakan berdasarkan informasi tertentu.

Sikap mental ini tidak selalu harus dimiliki oleh individu dengan posisi tinggi ataupun jenderal jenderal besar seperti McArthur atau LB Moerdani. Kita pun sebagai “wong cilik”, yang masih belum mempunyai jabatan bisa mempunyai “player mentality”, mengambil peran dan tanggung jawab penuh atas situasi yang terjadi. Di dalam pekerjaan, bila informasi yang dimiliki tidak cukup, bisa saja kita menyalahkan pihak yang memberi data tidak lengkap, namun kita pun sebetulnya bisa mengembangkan sikap bertanggung jawab dan proaktif untuk mencari informasi lebih banyak. Seorang pemelihara tanaman di kantor pun bisa mengambil inisiatif, misalnya sepenuh hati memberi pupuk, membuat larangan dan peraturan agar tanaman yang dirawatnya tidak rusak dan bisa tumbuh subur. Kenapa kita tidak bisa?

Bergerak mengejar sasaran
Latihan untuk menganggap bahwa apapun yang terjadi di hadapan kita adalah "informasi", akan membuat kita terbiasa untuk memikirkan langkah apa yang kita ambil. Seorang “korban” dengan mudah menyalahkan situasi, sementara “pemain” selalu mampu memahami situasi. Seorang pemain sepak bola andal pun selalu paham tentang situasi yang dihadapinya dan mampu mengarahkan tendangannya sambil sekaligus meramalkan ke mana bola itu akan pergi. Jadi ia bukan berespons secara impulsif. Meski respons ini terjadi dalam hitungan detik, tetapi individu bermentalitas pemain sudah mempunyai kontrol terhadap situasi.
Di situasi kerja kita pun perlu mempertanyakan, apakah kita hanya mengikuti perintah atau berusaha mempersiapkan, berpartisipasi, dan mengkontrol situasi? Apakah kita mengambil peran pasif atau aktif? Apakah kita membuat keputusan karena terdesak ataukah kita membuat keputusan dalam keadaan sadar dan jernih? Individu dengan mentalitas pemain biasanya tidak sulit untuk bergerak dan mengarahkan diri ke masa depan dan “make things happen”. “They don’t sit around waiting for answers to appear; they stand up, put one foot in front of the other, and find the answers”.

Pelecehan psikologis, seperti menyebut diri “kacung kampret”, sebetulnya lebih sering dilakukan oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain. Kitalah yang perlu menyuburkan penghargaan diri, rasa percaya diri untuk maju dan mengembangkan karier. Dengan demikian, kita menumbuhkan, karakter diri yang kuat dan bisa bangga karena nyata-nyata memberikan kontribusi optimal.

(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)

Selasa, 12 Juli 2011

I'm 15 % MANAGER Climb up for sure to be a DIAMOND

So ready for the journey to DIAMOND HEAVEN...CRV, 42 Million and Income 38 Million per Month

Rabu, 06 Juli 2011

Tentukan Goal, Kerja Keras dan Nikmati Hasil nya

6 bulan belakangan saya mengencarkan having fun and get money di oriflame. hasilnya alhamdulillah manager 15%. Penghasilannya kalo kata temen kantor lebih gede dari merit increase (kenaikan gaji) tahun ini.
kalau lihat di bagan, Manager 15% itu punya penghasilan 1-2 juta per bulan, sedap.. kerjanya fun, muka kinclong dan dapat uang. segampang itu?

Gini ceritanya..di sini memang isinya fun dan get money. Kalau ga fun ga bakalan get Money nya....
Cara kerja bisnis ini saya samakan dengan flow di kantor. Starting dari setup goals. Long term dan Short term. Long term tentunya DIAMOND doong sebelum usia saya 40 th. saya harus DIAMOND kurang spesifik? hmm bisa jadi tapi paling tidak saya ga diburu waktu (masih 6 th menuju 40).

Untuk mencapai ke sana, saya setting tiap bulan di tahun ini saya harus naik level. Kalau bulan kemarin Manager 15%, Bulan ini saya harus Manager 18%. Bulan depan Harus SM. Perhitungannya, Manager 15% saya punya penghasilan 2 juta sebulan dengan downline aktif: berjumlah 45 orang (Total downline 135 orang tapi banyakan masih tidur..), range masing masing Bp sekitar 75-150 Bp.
Untuk Mencapai Manager 18% saya harus punya downline aktif paling tidak 100 orang dengan range Bp yang sama.
Jadi saya harus rekrut 55 orang berkualitas. hmm susah? Ga juga karena saya sudah punya 45 orang aktif dan mau jadi jutawan, dan hitung hitung pukul rata 45 orang itu rekrut masing masing 3 orang maka saya dapat 135 orang. Dengan PROMO WP July Yang BOOMBASTIS...  saya bisa dapatkan sekitar 7500 BP insyaAllah..

Takut ditolak..??? fyi untuk dapat 135 orang di atas saya nge list 5 orang per hari selama 6 bulan kalikan aja deh berapa penolakan yang sudah saya telan...tapi itu ga bikin saya stop..karena mimpi untuk jadi DIAMOND terlalu manis untuk dilepas begitu saja. Lagipula semakin lama menjalankan bisnis ini semakin dapat feelnya dan enjoy dan jadinya FUN ajah....slrrpp 2 juta buat apa yaaaaaaa...*wink wink*
Pegang erat mimpi anda, Nikmati dan jalani prosesnya, Identifikasi cara pencapaiannya dan berserah sama Yang Maha Menentukan...Bismillah
GO BALI GO SM 2011 GO DIAMOND

Senin, 04 Juli 2011

Rangkaian Make up Agar riasan terlihat segar di wajah

Sumber Aseli: http://female.kompas.com/read/2011/07/02/12360470/5.Trik.Make-up.Segar.Alami


KOMPAS.com - Terlalu banyak riasan bisa membuat wajah terlihat lebih tua. Padahal, bisa jadi Anda sedang butuh bala bantuan untuk tampil lebih cantik sementara kondisi Anda sedang lelah-lelahnya. Untuk itu, Anda perlu sedikit trik agar wajah bisa menjadi lebih segar dalam beberapa menit saja. Coba trik andalan dari Bobbi Brown, penata rias dan pemilik brand kosmetik terkenal di dunia ini. Simpel dan efeknya seketika!

1. Selalu pakai pelembab
Awali ritual make-up dengan mengoleskan pelembab di wajah. "Produk ini akan membuat make-up dapat menempel dengan merata," kata Brown. Selain itu, ia juga menganjurkan Anda untuk memilih pelembab yang mengandung tabir surya. "Biarkan pelembab meresap dulu di kulit selama satu menit, kemudian baru aplikasikan make-up," sarannya lagi.

untuk ini bisa menggunakan: White day Fluid SPF 15 (Rp.99.000 harga katalog) yang mencerahkan dan melembabkan kulit sehingga tidak mudah kering di ruangan ber AC dan kulit terlihat lebih cerah.

http://id.oriflame.com/products/product-detail.jhtml?prodCode=12552



Atau menggunakan Optimals even out (Promo July 149.000 jadi 89.000) menyamarkan noda hitam dan menghidrasi kulit hingga senantiasa lembab dan kenyal.

http://id.oriflame.com/products/product-detail.jhtml?prodCode=18826



2. Samarkan area mata dan sekitarnya
Jika Anda sering memakai concealer, jangan hanya mengaplikasikannya di area bawah mata. "Pakai juga di area lain, seperti di dekat bulu mata dan di sudut dalam kelopak mata," kata Brown. "Gunakan jari manis Anda untuk menekan-nekan concealer, agar dapat membaur sempurna dengan kulit."

Gunakan: Absolute Concealer for Eyes Promo July Rp. 44.900 menjadi hanya 34.900 saja


3. Cermati foundation
Pilihlah alas bedak yang warnanya bisa membaur dengan warna kulit Anda. Gunakan spons untuk membuat titik di area hidung dan dagu, kemudian baurkan ke arah luar. Lewati area dahi dan pipi untuk menciptakan kesan yang lebih alami.

Gunakan:Urban Shield Foundation Promo July Rp. 99.000    menjadi hanya 79.000 saja

 http://id.oriflame.com/products/product-detail.jhtml?prodCode=15085


Atau
Penawaran perdana untuk GG Mineral Foundation - Natura ada beberapa pilihan warna Promo July Rp. 198.000,-    menjadi hanya 129.000,- saja

http://id.oriflame.com/products/catalogue-viewer.jhtml?per=201107



4. Pakai dua jenis blush
Untuk mencari warna perona pipi yang tepat, ambillah warna yang merona kemerahan dan alami. "Aplikasikan dari area bulat di bagian tulang pipi, kemudian ke arah atas hingga garis rambut, kemudian turun ke arah bawah sedikit," kata Brown. Oleskan tipis-tipis, kemudian setelahnya aplikasikan satu blush lagi dengan versi warna lebih terang sedikit dengan blush pertama. Aplikasikan di area bulat di bagian tulang pipi Anda.

Oriflame Blush Touch duo, perona pipi dengan 2 gradasi warna yang harmonis dengan 2 pilihan warna Bronze dan Pink seharga Rp.109.000,-

http://id.oriflame.com/products/product-detail.jhtml?prodCode=12408



5. Beri sentuhan akhir
Agar tampilan wajah secara keseluruhan terlihat lebih segar, akhiri ritual rias Anda dengan mengaplikasikan bubuk bronzer dengan menggunakan kuas yang besar. Pilih jenis bronzer yang sesuai dengan warna kulit Anda, agar terlihat lebih natural.

GG Bronzing Pearls adalah pilihan tepat untuk ini ada 2 pilihan warna Natural Bronze dan Natural Radiance
Bedak berkilau dalam 2 nuansa warna mempesona. Kulit menjadi terlihat lebih bercahaya berkat micronised pigmenys yang memantulkan cahaya. Gunakan sebagai perona di seluruh wajah dan mata. 25 gr. seharga Rp. 198.000,-
http://id.oriflame.com/products/product-detail.jhtml?prodCode=5568




*tambahan rekomendasi produk oriflame suntingan penulis

Sabtu, 02 Juli 2011

Produk Produk Oriflame Favorit Saya

Untuk Perawatan tubuh saya menggunakan hampir semua macam sabun oriflame secara bergantian tentunya.
Yang Paling Saya Sukai Milk & Honey Gold Creamy Soap Bar


2 Hari sekali saya seling sabun mandinya dengan  Milk & Honey Smoothing Sugar Scrub

Efeknya kulit jadi lebih bersih dan lembut, segarrrrr setiap habis mandi dan tentu saja wangi
Untuk Perawatan gigi saya gunakan pasta gigi OptiFresh Multiaction Formula

Habis Mandi saya suka pakai body cream ganti ganti sesuai parfum yang saya pakai.



ada Chifon dan Enigma wanginya woody yang lembut dan elegan.



Selanjutnya perawatan muka saya gunakan rangkaian Optimals White. Mulai dari Foaming Cleanser, Toning juga Night Cream. Hasilnya kata teman teman wajah saya yang tadinya kusam jadi cerah :)




Sekarang mulai belajar dandan secara umur udah 30 pleus, muka lusuh kalu ga di warnain.. jadinya pakai Optimals white fluid sebagai pelembab. Untuk foundation saya oleskan tipis Urban Shield. Dilanjutkan membubuhkan Bedak tabur Giordani Gold Mineral Loose Powder

Lalu Pulas pipi dengan GG Bronzing Pearls Natural untuk efek blink blink tipis di wajah...Lanjut Bentuk alis pake Brow Definer Pencil, Dan buat menegaskan mata saya yang agak ngantuk diberi Eyeliner Stylo warna hitam Atau pake Giordani eye pencil atau eye intesity pencil warnanya lucu lucu favorit saya silver prune dan Charcoal Grey. Terakhir pake lip spa theraphy atau tender care dan pulas bibir dengan Oriflame Beauty Hydra Color Lipstick banyak warna pilihan, saya suka warna lembut summer haze.

Kamis, 30 Juni 2011

Oriflame Bazar July 1-16 GRAB FAST!!!

SELALU ADA PROMO MENARIK SETIAP BULANNYA...

FOR DETAIl CONTACT. VAYE 08161455216 or Email. vaye_puteri@yahoo.com n YM vaye_puteri

Join bulan ini dengan Promo JULY MENGGELEGAR






Rabu, 29 Juni 2011

Sukses dalam Karier ala Keraton: Maknai dan Seimbang dalam Hidup, Tanggap terhadap Perubahan, Ownership, Ikhlas, dan Mawas Diri

Sumber Aseli: 
http://female.kompas.com/read/2011/06/28/17401326/Sukses.dalam.Karier.ala.Keraton

Buka wawasan untuk jadi good leader, bismillah Go Bali, Go DIAMOND!!

KOMPAS.com – Keraton identik dengan nilai tradisi yang kerapkali dianggap ketinggalan zaman. Namun nyatanya, nilai luhur kepemimpinan yang diajarkan di dalam keraton masih relevan dilakukan di masa modern kini. Menurut Raja Keraton Surakarta Pakoe Boewono XIII Tedjowulan, filosofi kearifan Jawa yang dipahaminya bisa menjadi teladan bagi generasi muda, termasuk ketika menjalani kepemimpinan dalam karier.

“Kepemimpinan, harus berada di tangan orang yang utuh, yang memenuhi 'wewaler',” ujar Tedjowulan dalam sambutannya usai acara Wisudan Santana di Aula Sasono Wiwoho, Jalan Mangunsarkoro 69, Menteng, Jakarta, Minggu (26/6/2011) lalu.

Tiga prinsip "Wewaler"
"Wewaler" yang dimaksud Tedjowulan mengandung tiga makna. Pertama, pemimpin harus
mendalami makna hidupnya dan mengusahakan agar hidupnya seimbang dan selaras. Misalnya dalam kehidupan rumah tangga dan pekerjaan, keduanya harus bisa diatur dengan seimbang sehingga tak ada yang merasa dipinggirkan. Para perempuan modern sudah mulai bisa melakukan ini, yakni tetap fokus pada keluarga meski menjalani karier yang sangat sibuk.

Kedua, pemimpin harus terlatih sehingga mampu menangkap isyarat perubahan zaman. “Ia hendaknya mencita-citakan kaprawiran, keluhuran budi, serta mengekang diri dan prihatin,” jelas Tedjowulan.

Menjaga nilai luhur namun berpikiran terbuka

Tetap mempertahankan tradisi yang baik dari leluhur adalah hal yang baik, namun pemimpin harus juga bisa terbuka terhadap hal-hal baru. Caranya, dengan menjadi perempuan yang open minded, namun bersikap dan bertingkah laku yang patuh tradisi. Dengan begitu, Anda menjadi teladan yang seimbang bagi sekitar, tambahnya.

Ketiga, pemimpin seyogyanya memahami Filsafat Kepemimpinan Jawa, Hasta Brata dan Tri Bata. Tedjowulan menjelaskan filosofi Tri Bata yang masih relevan diaplikasi di masa kekinian:

* Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki)
Dengan merasa ikut memiliki, seorang pemimpin akan bisa menyatu dengan yang dipimpinnya. Saling menjaga apa yang sedang diperjuangkan bersama, sehingga perintah yang keluar pun untuk kepentingan bersama, bukan karena ego pribadi.

* Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut membela dengan ikhlas)
Membela bawahan yang melakukan kesalahan mungkin bisa dilakukan selama Anda yakin bawahan bisa memperbaiki kesalahannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Membela perusahaan dalam banyak hal bisa juga Anda lakukan, bukan hanya sebatas profesionalitas, namun karena Anda memang mencintai profesi dan tempat bekerja saat ini.

* Mulat sariro hangrasa wani (mawas diri dan memiliki sifat berani untuk kebenaran)
Mawas diri berarti berhati-hati. Dalam mengambil keputusan, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Melihat masalah dari berbagai sudut pandang akan membantu diri lebih bijak dalam menilai sesuatu kemudian memutuskan. Jika keputusan yang Anda ambil sudah melalui tahap pertimbangan yang matang, maka Anda akan berani mmebela keyakinan meski ditentang
orang lain.